Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNASIONAL NEWS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Sebuah SMA Islam Masuk 10 Sekolah Terpopuler di Inggris

Bendera Inggris
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Setelah seperempat abad bekerja keras, sebuah SMA Islam di Inggris akhirnya masuk dalam 100 sekolah favorit di Inggris setelah meraih penilaian Sertifikasi Pendidikan Menengah (GCSE) sangat baik musim panas lalu.

''Kami sangat senang nilai GCSE musim panas meningkat 19 persen dari penilaian tahun lalu, hal yang tidak kami duga,'' kata kepala SMA Muslimah Preston, Mufti Javid, Kamis (6/2), kepada surat kabar Lancashire Evening Post, seperti dikutip Onislam.

Javid benar-benar tak menyangka sekolah yang dipimpinnya akan masuk 100 sekolah favorit di negeri Ratu Elizabeth itu. SMA Muslimah Preston bahkan diberi ucapan selamat oleh Menteri Pendidikan David Laws MP atas prestasi yang mereka raih.

''Ketika saya menerima surat bertanda House of Commons, saya tidak tahu apa isi surat itu. Saya agak takut membaca isinya dan sangat berharap kami dapat lulus sertifikasi seperti yang kami yakinkan kepada semua orangtua siswa, staf, dan murid-murid kami,'' ungkap Javid.

Sebuah surat dari David Laws MP yang menyatakan sekolah Islam itu masuk dalam 100 sekolah negeri di Inggris. ''Sekolah Anda mampu membekali para siswa untuk meraih kesukesan studi dan karir masa depan,'' demikian kutipan isi surat.

Hasil cemerlang diraih atas kerja keras dan kesuksesan bersama para staf, guru, dan siswa. ''Saya sampaikan terima kasih kepada Anda semua dan kepada sekolah Anda untuk capaian prestasi tertinggi standar pendidikan,'' lanjut isi surat itu.

Prestasi ini  bukan yang pertama bagi sekolah Islam di Inggris. Pada Februari 2013, SMA Muslimah Tauheedul Islam juga dinobatkan sebagai institusi pendidikan berprestasi di Inggris. Sebulan kemudian, sekolah ini juga mendapat penghargaan 'Secondary School of the Year' dari kegiatan penghargaan tahunan Times Educational Supplement.

Pada Mei, Tauheedul Islam meraih nilai sangat baik yang dilakukan Ofsted, yang membuatnya menjadi sekolah pertama dan satu-satunya di Borough yang berhasil mencapai level itu.

Dalam laporan, Tauheedul Islam dinyatakan sebagai sekolah dengan efektifitas pengajaran yang sangat bagus, memiliki budaya optimisme, serta murid-murid yang santun.

Di London, SMA Muslimah  Tayyibah menempati 22 sekolah di Hackney dengan 100 persen siswa meraih 5+ GCSE untuk kelompok mata pelajaran A hingga C (termasuk bahasa Inggris dan Matematika). Nilai itu 17 persen lebih baik dari penilaian pada 2011.

Israel: Gaza Bisa Meledak Sewaktu-waktu


Tentara Israel (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, ALQUDS -- Komandan wilayah selatan militer Israel, Sami Turjuman, mengatakan ketenangan yang berjalan saat ini di perbatasan Gaza bersifat semu. Gaza kapan saja bisa meledak.

Saat peresmian pusat data intelijen khusus masalah Gaza akhir-akhir ini, Turjuman mengatakan lembaga ini bertugas mengumpulkan data-data yang diperlukan. Data kemudian digelontorkan ke tentara di lapangan dengan berantai secara cepat.

''Ketika kita tidak menggunakan data-data ini secara baik, maka kita akan mengalami kerugian,'' katanya. ''Uji kelayakan lembaga ini akan terjadi pada pertempuran yang akan datang yang harus kita masuki dan kita harus siap betul.''

Militer Israel sebelumnya membuka pusat data terbaru intelijen khusus Jalur Gaza yang terletak di kantor kelompok sebelah selatan Palestina jajahan 48.

Pusat data ini terkait informasi lama maupun yang baru tentang Gaza. Semua pimpinan divisi di kesatuan lapangan bisa mengambil data yang diperlukan. Semua data terkait Gaza sudah dikumpulkan. Kemudian data ini dperbaharui setiap saat.

Terkait pembukaan pusat data ini, situs militer Zionis mengatakan pihaknya telah mengadakan latihan bersama dengan sejumlah perwira intelijen dan pejabat terkait pengolahan dan pengumpulan data-dat dari Gaza.

Selasa, 02 Oktober 2012

Pidato Perdamaian oleh Pemimpin Islam di Hadapan anggota Kongres Amerika

Pidato perdamaian bersejarah disampaikan oleh Pemimpin Islam di Gedung Capitol Hill menyerukan Perdamaian dunia dan mendesak Amerika untuk bertindak adil dan beritikad baik dalam membangun perdamaian dunia.
"Perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan - Anda tidak dapat memiliki satu tanpa yang lainnya. Namun secara umum ada sedikit keraguan dimana kegelisahan dan kecemasan meningkat di dunia dan berbagai gangguan telah menyebar. Ini jelas membuktikan bahwa entah dimana, persyaratan keadilan tidak terpenuhi."
Itu adalah sepenggal kalimat dari pidato yang disampaikan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad di hadapan para Anggota Kongres Amerika Serikat dan berbagai elemen masyarakat.
Dari Press Release di situs Alislam.org Disebutkan bahwa 27 Juni 2012, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mendapat sambutan di Capitol Hill, Washington DC, dimana beliau menyampaikan pidato utama dengan judul ' Jalan Menuju Perdamaian - Hubungan antar bangsa' di hadapan para audiens yang terdiri dari lebih 30 anggota Kongres Amerika Serikat, termasuk Nancy Pelosi, Pemimpin Demokrat di Dewan Perwakilan (House of Representatives).
Juga hadir dalam acara tersebut anggota Korps Diplomatik, Gedung Putih dan staff Depatemen Luar negeri, para profesor, para tokoh LSM, tokoh agama, perwakilan media, perwakilan Negara dan berbagai lapisan masyarakat.
Selama acara tersebut, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad diberikan kesempatan berkeliling gedung Capitol Hill sebelum diantar ke Dewan Perwakilan dimana Resolusi diberikan untuk menghormati kunjungan Huzur ke Amerika Serikat.
Paragraf pengantar Resolusi tersebut menyatakan:
"Menyambut Yang Mulia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, pemimpin spriritual dan administratif Jamaah Muslim Ahmadiyah seluruh dunia ke Washington DC dan mengakui komitmennya untuk perdamaian dunia, keadilan, anti kekerasan, HAM, kebebasan beragama dan demokrasi."
Acara dimulai pada pukul 09:55 dengan pembacaan Alquran oleh Maulana Azhar Hanif, sebelum sambutan yang diberikan oleh Amjad Mahmood Khan, Sekretaris Nasional Bidang kemasyarakatan dari Jamaah Muslim Ahmadiyah Amerika Serikat.
Senator Robert Casey (US-PA) menyambut Hadhrat Mirza Masroor Ahmad dengan senang hati ke Amerika Serikat dan mengatakan bahwa ia merasa terhormat bisa berkesempatan bertemu dengan beliau. Dia mengatakan:
"Saya ingin mengucapkan terimakasih atas kepemimpinan Anda yang baik dan komitmen Anda untuk perdamaian, toleransi dan keadilan."
Anggota kongres Muslim pertama, Keith Ellison (US MN-5) mengatakan bahwa Amerika Serikat merasa terhormat oleh kedatangan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad dan ia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan kekhalifahannya, Jamaah Muslim Ahmadiyah membuktikan diri sebagai "keberkahan bagi rakyat Amerika Serikat.'
Anggota kongres Brad Sherman (US CA-27) mengatakan bahwa ia akan memperkenalkan Resolusi Kongres untuk menyambut Huzur ke Amerika Serikat di Dewan Perwakilan setelah acara tersebut. Dia juga mengatakan bahwa Hadhrat Mirza Masroor Ahmad adalah 'model toleransi bagi seluruh dunia."
Katrina Lantos Swett, Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama International (USCIRF) mengatakan bahwa ia merasa seluruh ruangan diisi dengan 'berkah khusus dan tidak diragukan lagi bahwa itu adalah refleksi dari keberkahan yang dibawa oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ke Capitol.
Anggota Kongres Frank Wolf (VA-10) menyambut dengan senang hati Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ke Amerika Serikat dan mengatakan bahwa Jamaah Muslim Amerika Serikat selalu siap dalam mendukung semua upaya Hak Asasi manusia.


Anggota Kongres Mike Honda (CA-15) berbicara tentang kebahagiaannya dalam kesempatan pertemuan pribadinya dengan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad sebelumnya di Masjid Baitur Rahman.
Dia mengatakan bahwa ia berharap Ahmadiyah tetap aman damai selamanya di Amerika Serikat sehingga mereka bisa terus menyebarkan pesan perdamaian mereka.
Setelah itu salinan Resolusi khusus Kongres diberikan kepada Hadhrat Mirza Masroor Ahmad oleh anggota Kongress Zoe Lofgren (D-CA)

Pemimpin Demokrat, anggota Kongres Nancy Pelosi mengatakan bahwa ia bangga bahwa sambutan bipartisan telah diberikan kepada Hadhrat Mirza Masroor Ahmad.
Dia mengatakan kepemimpinan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ditandai dengan 'kebijaksanaan dan belas kasih. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun menghadapi penganiayaan berat, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menolak untuk membalas dengan dendam.
Amir Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah Amerika Serikat, Dr Ahsanullah Zafar, berbicara tentang bagaimana dibawah kepemimpinan Khalifahnya, Jamaah Muslim Ahmadiyah tidak pernah menanggapi penganiayaan dengan kekejaman melainkan dengan doa.


Pidato utama dari Hadhrat Mirza Masroor Ahmad dimulai pada 10:40. Beliau memberikan pencerahan para audiens tentang ajaran-ajaran Alquran tentang hubungan international.
Beliau mengatakan bahwa prinsip utama dalam menjaga perdamaian adalah keadilan sejati.
"Yang sebenarnya adalah bahwa perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan - Anda tidak dapat memiliki satu tanpa yang lainnya.. Namun secara umum ada sedikit keraguan dimana kegelisahan dan kecemasan meningkat di dunia dan berbagai gangguan telah menyebar. Ini jelas membuktikan bahwa entah dimana, persyaratan keadilan tidak terpenuhi."
Beliau mengatakan bahwa Islam mengajarkan bahwa semua manusia dilahirkan sama dan mereka layak mendapatkan hak asasi manusia yang sama.
Hahdrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
"Dalam Alquran Allah taala telah menjelaskan bahwa latar belakang bangsa atau etnis hanyalah sebagai identitas, hal tersebut tidak menyatakan atau menegaskan segala bentuk superioritas apapun."
Beliau melanjutkan:
"Jadi, ini adalah ajaran Islam yang terang, bahwa setiap orang yang berasal dari berbagai bangsa dan ras adalah sama. Dan hal ini jelas bahwa semua orang harus diberikan hak yang sama tanpa diskriminasi atau prasangka. Ini adalah kunci dan prinsip emas yang meletakkan dasar untuk harmonisasi antar berbagai kelompok dan bangsa dan sebagai upaya pembentuk perdamaian.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa negara kaya harus melakukan upaya besar untuk membantu negara-negara berkembang, tetapi mereka harus melakukannya dengan tanpa niat untuk kepentingan pribadi atau nasional.
Sebaliknya mereka harus bertindak dengan keinginan untuk melayani kemanusiaan dan dengan itikad untuk mengakhiri kegelisahan dan kecemasan dari mereka yang membutuhkan.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengakhiri dengan pesan yang menyerukan perdamaian.
Huzur mengatakan:
"Amerika Serikat sebagai kekuatan terbesar di dunia, harus memainkan perannya dalam bertindak dengan keadilan sejati dan dengan niat yang baik seperti yang saya jelaskan. Jika itu dilakukan, maka dunia akan selalu ingat dengan kekaguman yang tinggi terhadap upaya besar kalian. Saya berdoa semoga ini menjadi kenyataan."
Naskah Lengkap Terjemahan Pidatonya bisa dibaca disini:  "Perdamaian Dunia, Kesetaraan Antar Bangsa"

Cara Menanggapi Film anti-Islam The Innocence of Muslim


Pemimpin Dunia Islam mengutuk film anti-Islam The Innocence of Muslim
Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifa Kelima, telah menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu secara damai dalam penentangan mereka terhadap film 'The Innocence of Muslim" yang telah menimbulkan kemarahan besar di kalangan Muslim dan kemarahan di seluruh dunia. Beliau juga menyerukan tentang batas-batas kebebasan berbicara sehingga sentimen keagamaan semua orang dilindungi.

Dalam kesempatan Khutbah Jumat yang disampaikan dari Masjid Baitul Futuh di South West London pada tanggal 21 September 2012, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Muslim seluruh dunia telah dirugikan dan terluka oleh film dan juga oleh keputusan Majalah terkenal Perancis untuk sekali lagi mencetak karikatur yang menggambarkan 'kehinaan' Nabi Muhammad saw.

Berbagai Media-media termasuk BBC, National news, BBC Newsright, Sky News, Sky Arabic, Reuters, the Press Association dan berbagai organisasi lain hadir dan bertemu dengan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad segera setelah khutbahnya.

Selama khutbahnya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa ketakutan terhadap Islam merupakan motivasi utama di balik video anti-Islam dan serangan-serangan serupa lainnya. Beliau mengatakan:
"Hal ini merupakan ketidakmampuan mereka untuk mengalahkan Islam yang menyebabkan lawan Islam mempergunakan tindakan-tindakan keji yang mereka benarkan atas nama kebebasan berbicara dan berekspresi."
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad sangat mengecam terhadap respon-respon dalam bentuk kekerasan yang terlihat di sejumlah negara oleh Muslim ekstremis. Beliau mengatakan bahwa pembunuhan terhadap orang yang tak bersalah, termasuk duta besar dan diplomat benar-benar bertentangan dengan ajaran Islam, ia mengatakan bahwa merusak sarana-sarana atau membakar bangunan-bangunan benar-benar keliru dan tidak ada pihak yang diuntungkan, kecuali mereka yang ingin mencemarkan nama baik Islam.

Menanggapi masalah kebebasan berbicara, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa orang-orang jangan terlalu bangga terhadap hukum dan peraturan manusia dan mengakui mungkin ada kekurangan dalam beberapa hukum tersebut. Menganggap kebebasan berbicara sebagai hal terpenting dengan mengorbankan kedamaian dunia dan kerukunan merupakan konsep yang salah.

Berbicara tentang perlunya memprioritaskan hak-hak tertentu atas orang lain, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
"Jangan sampai atas nama kebebasan berbicara perdamaian di seluruh dunia menjadi hancur."
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad juga meminta para pemimpin dunia dan anggota masyarakat untuk bercermin apakah mereka berperan dalam menyebabkan meningkatnya permusuhan di dunia dengan mendukung, dalam bentuk apapun, hak orang lain untuk membuat film atau karikatur yang menyinggung sentimen agama dan menyakiti orang yang tidak bersalah.

Dalam reaksi terhadap beberapa provokasi, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk menampilkan respon secara kolektif dan dewasa, Beliau mengatakan Pemerintah muslim dan orang orang Islam yang tinggal di negara-negara barat harus bersatu untuk menyebarkan ajaran Islam sejati yang damai dan Alquran kepada dunia. Beliau mengatakan mereka harus berdiri dengan damai dan bersatu untuk membela Islam dan akhlak mulia dari Nabi Suci Muhammad saw  pada setiap kesempatan dan pada setiap tingkat.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
"Muslim harus ingat bahwa ekstremisme bukanlah jawaban untuk provokasi tersebut. Sebaliknya jawabannya adalah dengan mereformasi diri sendiri dan menanggapi penghinaan lawan dengan banyak bershalawat kepada nabi suci Muhammad saw. Dan dalam hal duniawi muslim perlu bersatu. Dan muslim yang tinggal di negara-negara barat harus sepenuhnya memanfaatkan kekuatan hak pilihnya."

Beliau mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir seperti serangan terhadap Islam telah meningkat walaupun reaksi yang tak pantas yang ditunjukkan oleh muslim tertentu harus dikutuk, beliau mengatakan bahwa hal yang tidak boleh dilupakan bahwa orang lain sering mengambil langkah pertama dalam menyebabkan kekacauan.

Menjelaskan upaya dari Jamaah Ahmadiyah dalam menggmbarkan ajaran Islam sebenarnya kepada dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
"Kami Muslim Ahmadi tidak pernah melewatkan kesempatan ketika datang untuk pelayanan kemanusiaan. Misalnya tahun lalu, sebagai tindakan terhadap kebutuhan yang mendesak, kami telah mengumpulkan sekitar 12.000 botol darah untuk masyarakat Amerika dan kami kamipun telah melakukan danor darah serupa pada saat ini. Jadi kita memberikan darah dalam upaya untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dengan mendukung tindakan orang jahat dan penuh kebencian, orang lain telah membuat hati kita berdarah dengan kesedihan.
Khalifah menyimpulkan dengan berbiacara tentang bagaimana semua upaya untuk melemahkan atau mengejek Nabi Muhammad saw ditakdirkan untuk gagal. beliau mengataan:
"Harus diingat bahwa pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Masih Mau'ud mengatakan bahwa setiap kemenangan berasal dari langit dan bahwa langit telah memutuskan bahwa nabi yang mana dunia berusaha untuk menghinanya pada akhirnya dia akan diberikan kemenangan besar dalam dunia ini. Dan kemenangan ini akan dicapai dengan memenangkan hari orang-orang."
Selama konferensi pers setelah khutbah jumat, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan kepada media yang bekumpul bahwa kecintaan seorang muslim kepada Nabi Muhammad saw tak tertandingi. Beliau mengatakan bahwa semua orang terluka jika orang yang mereka cintai diejek, dengan demikian setiap serangan terhadap Nabi Muhammad pasti akan menyedihkan semua muslim.

Dalam menanggapi pertanyaan tentang protes kekerasan setelah rilis film, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa protes seperti itu salah  dan pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah termasuk duta besar dan diplomat benar-benar bertentangan dengan ajaran Islam. Beliau mengatakan bahwa semua protes harus dilakukan dalam lingkup hukum dan tetap damai.